22 November 2011

Pencerahan

Barusan tanpa sengaja saya membaca artikel Bukik Bertanya: Berlian yang Pancarkan Kecantikan mba Ollie @salsabeela yang ad di blog @bukik. Lagi-lagi tentang mba Ollie @salsabeela the most inspiring woman that I adore. Dari kemarin-kemarin tekad bulat untuk meramaikan blog ini. Tapi  sampai  sekarang belum terlaksana. Saya bingung topik apa yang harus saya posting. Padahal yang saya bisa hanya menceritakan keluh-kesah saya dan ujungnya nanti pasti curhat.
Ada hal lain yang membuat saya selalu gagal untuk memposting ketika apa yang ada dipikiran saya terlalu meluap hingga saya tidak tahu bagaimana untuk mendeskripsikan dalam sebuah kalimat, akhirnya apa yang terjadi adalah gagal dan batal posting, too much thoughts on my mind, malah tidak menghasilkan sesuatu.  Dan itulah yang terjadi dengan saya sampai saat ini. Selain itu selain merasa malu kalo dibaca orang lain. Perasaan inilah yang lebih sering menghantui saya, saya masih belum PD dengan ketotalitasan tulisan saya, selalu berperasaan "ih ga lucu deh kalo yang baca blog saya ini terus kenal saya dan tahu apa yang sedang saya alami secara personal". Perasaan inilah yang membuat saya stuck dan memilah-milah apa yang harus saya posting akan tetapi akhirnya batal posting itu tadi. Tetapi setelah saya baca artikel di atas, saya putuskan mencoba untuk  feel free and don't really care with others perspectives. That's all. Mungkin awalnya juga mba Ollie @salsabeela hanya menulis berisi jurnal biasa tapi dari yang biasa dan simple menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
dan Akhirnya proses itu dialami juga mba Ollie @salsabeela . Seperti yang mba Ollie bilang, karena ada sesuatu hal yang terjadi dengan dirinya akhirnya blognya nya pun berubah tone "tidak hanya just an ordinary journal, but becoming a journal of reaction, atas apa yang terjadi di sekitar saya". Ok mungkin awalnya hanya sekedar jurnal, an ordinary journal dan akhirnya bisa menjadi sesuatu yang wonderstruck suatu saat nanti, amien. Well, memang segala sesuatu tidak bisa dengan muluk-muluk dan "bimslabim" jadi bagus sekaligus. Semua butuh proses, memang. Dan saya harus belajar dari titik awal. Dan akhirnya setelah membaca artikel di @bukik, akhirnya minat untuk menulis pun membara lagi, dari kemarin belum keliahatan hasilnya. dimulai dari hal simple seperti jurnal atau curcol pun tak apalah.  Just feel free and don't really care with others perspectives. Let's start writing. :D



No comments:

Post a Comment